Keaneka ragaman kenampakan Alam

A. Pendahuluan

Di lingkungan sekitar kita terdapat bermacam-macam kenampakan alam. Apakah kamu bisa menyebutkan macam-macam kenampakan alam? Apakah kamu bisa menyebutkan kenampakan-kenampakan alam yang ada di provinsimu? Ternyata kenampakan alam di lingkungan tempat tinggal mempengaruhi keadaan sosial budaya. Pada bab ini kita akan membahas keragaman sosial budaya yang disebabkan oleh keragaman kenampakan alam. Setelah mempelajari bab ini, diharapkan kamu memiliki kemampuan sebagai berikut.
1. Memahami dan menyebut aneka ragam kenampakan alam yang ada di sekitar tempat tinggal.
2. Menjelaskan sebab-sebab terjadinya beberapa gejala alam.
3. Menyebut tindakan dan perilaku manusia yang menyebabkan kerusakan alam.
4. Menjelaskan hubungan antara keragaman sosial-budaya dengan keanekaan kenampakan alam.

A. Keanekaragaman Kenampakan Alam

Di kelas 3 kamu sudah mempelajari macam-macam kenampakan alam. Beberapa kenampakan alam yang penting bisa kamu lihat di lingkungan sekitarmu. Contoh kenampakan alam adalah sungai, gunung, lereng, hutan, danau, dan pantai. Nah apa yang dimaksud dengan kenampakan alam? Mari kita ingat sekali lagi. Yang dimaksud kenampakan adalah sifat atau keadaan tampak, keadaan dapat dilihat. Yang dimaksud dengan alam adalah segala yang ada di sekitar kita, semua yang ada di atas bumi, lingkungan sekitar, dan sebagainya. Dengan demikian, kenampakan alam adalah segala sesuatu di alam atau segala sesuatu di atas bumi yang menampakkan diri atau menunjukkan diri kepada kita. Sekarang, coba perhatikan keadaan di sekitarmu. Di mana kamu tinggal? Kita tinggal di daerah yang berbeda. Kamu mungkin tinggal di Jakarta, Bogor, Cirebon, Yogyakarta, atau kota-kota yang berada di luar Pulau Jawa. Kamu adalah warga masyarakat. Tentu kamu ingin mengenal daerahmu masing-masing dengan lebih baik. Sekarang mari kita belajar lebih jauh tentang kenampakan-kenampakan alam di sekitar kita. Kenampakan alam adalah berbagai bentukan muka bumi yang terjadi secara alamiah. Kenampakan alam terdiri dari dua bagian pokok, yakni kenampakan alam berupa daratan dan kenampakan alam berupa perairan. Apakah yang dimaksud dengan daratan dan apakah yang dimaksud dengan perairan?

1. Daratan

Daratan adalah tempat di mana kita berpijak. Bentuk daratan bermacam- macam, antara lain gunung, pegunungan, dataran tinggi, dataran rendah dan pantai.

a. Gunung

Ada dua macam gunung, yaitu gunung berapi dan gunung tidak berapi. Gunung berapi menghasilkan barang-barang tambang, seperti, batu, pasir, belerang, dan sumber air panas. Sumber air panas dapat menjadi daya tarik pariwisata bagi daerah. Gunung yang tidak berapi bisa dimanfaatkan untuk kegiatan perkebunan, kehutanan, suaka margasatwa, atau tempat rekreasi. Berbagai jenis pohon dapat tumbuh dari daerah gunung yang
tidak berapi. Hutan harus dipelihara agar tidak gundul. Kita juga harus rajin menanam pohon yang baru di lahan hutan.

b. Pegunungan

Pegunungan adalah bagian dari dataran yang bergunung-gunung. Tingginya lebih dari 700 meter di atas permukaan laut. Daerah pegunungan
berhawa sejuk. Daerah pegunungan sering dimanfaatkan untuk tempat rekreasi, peristirahatan, dan pertanian. Pertanian yang dikembangkan di daerah pegunungan adalah pertanian hortikultura. Pertanian hortikultura adalah pertanian yang mengembangkan jenis tanaman sayur-sayur dan buah-buahan. Daerah pegunungan di Indonesia antara lain sebagai berikut.
Image:pegununganwwwwww.JPG

c. Dataran tinggi

Permukaan dataran tinggi terletak di atas 200 meter dari permukaan laut. Dataran tinggi dapat dimanfaatkan manusia, misalnya sebagai tempat peristirahatan, tempat menanam berbagai jenis sayuran dan buah-buahan. Dataran tinggi biasanya merupakan daerah yang sejuk.
Image:diengeee.JPG

Image:dadata.JPG

d. Dataran rendah

Dataran rendah adalah wilayah di daratan dengan ketinggian antara 0–200 meter di atas permukaan laut. Umumnya daerah dataran rendah terdapat di sekitar pantai. Daerah dataran rendah dapat dimanfaatkan manusia untuk kegiatan pertanian, peternakan, perumahan, membangun industri, perkebunan tebu, perkebunan kelapa, dan sebagainya.

e. Pantai

Apakah kamu pernah berekreasi ke pantai? Bagaimana keadaan pantai? Coba ceritakan pengalamanmu. Pantai adalah bagian dari daratan yang berbatasan langsung dengan laut.
Image:panatai yg indah.JPG

Di Indonesia terdapat banyak sekali pantai. Ada pantai yang landai, ada juga pantai yang terjal. Pantai yang landai menjadi tempat rekreasi dan pariwisata. Di Indonesia terdapat banyak sekali pantai landai yang menjadi tujuan wisata. Banyak turis domestik dan turis mancanegara (asing) datang dan berekreasi di pantai. Beberapa pantai terkenal di Indonesia antara lain sebagai berikut.
Image:nama pantaii.JPG

2. Perairan

Kenampakan alam perairan terdiri dari sungai, danau, dan selat. Ketiganya dapat diuraikan berikut.

a. Sungai
Sungai-sungai di Indonesia sangat banyak. Umumnya sungaisungai besar terdapat di pulau-pulau besar seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Sungai-sungai besar dapat dimanfaatkan sebagai sarana transportasi. Beberapa sungai besar di Indonesia antara lain Sungai Aceh di Aceh, Sungai Kampar di Riau, Sungai Asahan di Sumatera Utara, Sungai Musi di Sumatera Selatan, Sungai Bengawan Solo di Jawa
Tengah, Sungai Brantas di Jawa Timur, Sungai Kapuas di Kalimantan Barat, Sungai Mahakam di Kalimantan Timur, Sungai Digul di Papua.

b. Danau
Indonesia juga memiliki banyak sekali danau. Berikut ini di antaranya. Danau Toba di Sumatera Utara, Danau Laut Tawar di NAD, Danau Maninjau dan Danau Singkarak di Sumatera Barat, Danau Rawapening di Jawa Tengah, Danau Sembuluh di Kalimantan Barat, Danau Jempang di Kalimantan Timur, Danau Matana dan Danau Tempe di Sulawesi Selatan, Danau Poso di Sulawesi Tengah, Danau Tondano di Sulawesi Utara,
Danau Batur di Bali, Danau Segaraanak di Lombok, Danau Kelimutu di Flores, Danau Paniai serta Danau Sentani di Papua.
Image:danau laut tawar.JPG

c. Selat
Selat ialah laut yang sempit di antara pulau. Selat menghubungkan satu pulau dengan pulau-pulau lainnya. Beberapa selat yang penting di Indonesia dapat disebutkan berikut.
Image:nama selat.JPG

B. Gejala-gejala Alam

Apakah pernah terjadi banjir di daerahmu? Apakah daerahmu juga pernah mengalami letusan gunung berapi? Bagaimana dengan gempa bumi? Dapatkah kamu menceritakan pengalamanmu ketika terjadi gejala alam ini? Selain berhadapan dengan kenampakan-kenampakan alam, kita juga sering menghadapi gejala-gejala alam. Misalnya, gempa bumi, banjir, angin topan, dan gunung meletus. Mengapa semua gejala alam ini terjadi? Apa yang menyebabkannya? Bagaimana manusia harus menghadapinya? Dapatkah manusia mencegahnya? Kita akan mempelajari gejala-gejala alam dalam uraian berikut ini.

1. Gempa bumi

Salah satu peristiwa alam yang bisa terjadi sewaktu-waktu adalah gempa bumi. Apa yang menyebabkan terjadinya gempa bumi? Gempa bumi bisa disebabkan oleh aktivitas gunung berapi. Namanya gempa vulkanik. Gempa bumi juga bisa disebabkan oleh pergeseran lempeng bumi. Namanya gempa tektonik. Gempa bumi dapat menyebabkan banyak kerusakan. Rumah- rumah dan bangunan bisa hancur. Gempa bumi menyebabkan
orang kehilangan harta benda. Gempa bumi juga membuat orang meninggal karena tertimbun reruntuhan bangunan.

Image:28 maret.JPG

2. Gunung meletus

Gunung api yang masih aktif bisa meletus sewaktu-waktu. Ketika meletus, gunung api mengeluarkan magma, batu-batuan, kerikil, abu, dan gas. Magma adalah cairan sangat panas yang terdapat di perut bumi. Magma yang keluar dari perut bumi disebut lava. Batu-batu besar yang dimuntahkan
gunung berapi terbentuk dari lava yang membeku. Kerikil yang dimuntahkan ketika gunung api meletus disebut lapili. Muntahan gunung api yang paling kecil adalah abu halus. Debu ini melayanglayang di udara membentuk awan panas. Awan panas ini bisa memusnahkan semua makhluk hidup yang dilewatinya.Gunung-gunung berapi di Indonesia yang meletus antara tahun 2000-2008.
Image:jeblllllll.JPGImage:daftar gunung api.JPG

3. Banjir

Apakah kamu pernah mengalami bencana banjir? Kapan banjir biasanya muncul? Banjir biasanya terjadi pada musim hujan. Banjir adalah air yang mengalir dan meluap dalam jumlah yang sangat besar. Banjir dapat menggenangi daerah-daerah yang dilaluinya. Apa penyebab terjadinya banjir? Hujan deras terus-menerus biasanya akan diikuti bencana banjir. Lahan hutan digunduli juga dapat menyebabkan banjir. Mengapa demikian? Pepohonan di hutan menahan air hujan dan membantu meresapkan ke tanah. Karena hutan sudah gundul, air hujan tidak tertahan dan meresap ke tanah. Akhirnya air hujan akan meluap. Karena itu, kita harus menjaga hutan, lereng gunung dan gunung supaya tidak menjadi gundul. Banjir juga dapat disebabkan oleh kebiasaan buruk manusia. Misalnya, kebiasaan membuang sampah ke sungai dan ke selokan air. Sampah tersebut menyumbat aliran air. Akibatnya, air meluap dari sungai atau selokan dan menggenangi pemukiman penduduk. Kita harus membiasakan diri untuk menaruh sampah pada tempat-nya. Jangan membuang sampah ke sungai atau selokan air. Di Indonesia hampir setiap tahun terjadi banjir. Penyebabnya adalah semakin berkurangnya lahan hutan. Penebangan liar menyebabkan banyak hutan di pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua semakin berkurang. Kalau tidak dicegah, suatu saat hutan di Indonesia akan habis. Kalau hutan habis, warga Indonesia akan susah
karena akan terus ditimpa bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan sebagainya. Bencana banjir dapat sangat merusak dan menghancurkan hidup manusia. Berikut ini merupakan beberapa akibat yang ditimbulkan banjir, antara lain sebagai berikut.

1. Bangunan dan tempat ting-gal, serta harta benda rusak karena terendam air.
2. Penduduk terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya dan mengungsi di tempat lain.
3. Pabrik dan kantor-kantor terpaksa berhenti bekerja.
4. Jalan dan jembatan rusak.
5. Timbul berbagai macam penyakit, seperti penyakit kulit dan penyakit menular lainnya.

Image:banjir meredam pemukiman.JPG

4. Kekurangan air bersih

Selain gempa bumi, gunung meletus, dan banjir, peristiwa alam yang mengancam kehidupan manusia adalah semakin berkurangnya persediaan air bersih. Mengapa kekurangan air bersih menjadi bencana? Apa pengaruhnya bagi kehidupan masyarakat? Pengaruhnya bagi kehidupan masyarakat di antaranya, adalah:
1. Orang semakin sulit untuk mendapatkan air bersih.
2. Untuk mendapatkan air bersih orang harus membeli air dari pedagang air.
3. Banyak penduduk terserang penyakit karena mereka meminum, memasak, dan mandi memakai air yang tercemar.
Image:kurang air.JPG

D. Perilaku Masyarakat dan Peristiwa Alam

Dari gejala-gejala alam yang sudah kita bahas, ada dua gejala alam yang tidak bisa dicegah oleh manusia. Gejala alam tersebut adalah gempa bumi dan gunung meletus. Manusia hanya bisa memperkirakan kapan gejala alam ini terjadi. Tetapi manusia tidak bisa mencegah terjadinya gunung meletus dan gempa bumi. Lain halnya dengan bencana banjir dan kekeringan air. Bencana banjir dan kekeringan air umumnya terjadi karena ulah atau tindakan manusia. Karena itu, untuk mencegah terjadinya bencana banjir dan kekeringan air, manusia harus memperbaiki sikap dan perbuatannya yang merusak alam. Kalau kamu perhatikan, di masyarakat kita terdapat tiga perilaku atau tindakan yang dapat menyebabkan kerusakan alam. Selain itu tindakan ini juga bisa menyebabkan terjadinya bencana banjir dan kekeringan. Tingkah laku dan perbuatan manusia itu adalah penebangan hutan, ladang berpindah, dan membuang sampah sembarangan. Ketiga perilaku buruk manusia ini dapat dijelaskan berikut.

1. Penebangan hutan secara liar

Negara kita memiliki berjuta-juta hektar hutan. Hutan-hutan itu terhampar luas di pulau-pulau besar seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Hutan-hutan ini kaya akan sumber daya alam. Hutan dapat menghasilkan kayu. Hutan juga menjadi tempat tinggal berbagai jenis hewan. Hutan melindungi tanah dan air yang ada di bawahnya. Hutan juga mencegah terjadinya banjir. Tanpa hutan sungai akan mengering. Tanpa hutan banjir akan menerjang.
Meskipun demikian, semakin tahun luas lahan hutan semakin menyempit. Penebangan liar atau pembalakan hutan terjadi di mana-mana. Jutaan hektar hutan hilang dan rusak setiap tahun. Tahukah kamu apa akibatnya kalau hutan menjadi gundul? Tanah akan mudah terkikis. Permukaan tanah yang subur akan menghilang karena erosi. Tanah menjadi tandus dan tidak subur lagi. Pertanian di lereng gunung yang hutannya sudah gundul pun akan mudah longsor. Ini membahayakan masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Tanah longsor dapat menelan banyak korban.
Image:tebang liar.JPG
Sekarang, kita harus menyelamatkan hutan. Hutan yang belum punah harus dipertahankan. Kita harus menghentikan penebangan hutan secara sembarangan. Untuk hutan yang sudah terlanjur rusak, perlu ditanami kembali dengan tumbuh-tumbuhan yang cocok. Kita harus melalukan reboisasi untuk menyelamatkan lahan gundul. Sementara itu, orang yang melakukan penebangan liar harus ditangkap dan dihukum seadil-adilnya.

2. Ladang berpindah

Ladang adalah sebidang tanah yang diolah untuk ditanami ubi, jagung, dan sebagainya. Ladang tidak diairi. Di banyak tempat, masyarakat Indonesia membuka hutan untuk berladang. Setelah ladang tersebut tidak subur lagi, mereka membuka ladang di tempat yang lain. Membuka ladang baru biasanya disertai dengan membakar mana. Jutaan hektar hutan hilang dan rusak setiap tahun.  pohon dan semak belukar. Masyarakat yang membuka ladang baru dengan menebang pohon dan membakarnya dapat menyebabkan kebakaran hutan. Salah satu kejadian yang hampir setiap tahun diulang di negara kita adalah pembakaran hutan. Misalnya terjadi di Kalimantan dan Sumatera. Masyarakat setempat membuka ladang baru dengan cara menebang pohon dan membakar. Tahukah kamu apa akibatnya jika jutaan hektar hutan terbakar? Asap yang ditimbulkan akan membubung tinggi seperti awan dan dapat membahayakan kesehatan manusia. Asap tebal juga mengganggu penerbangan pesawat terbang. Asap dari Indonesia bahkan sampai ke Malaysia dan Singapura. Asap tersebut mengganggu lalulintas dan kehidupan penduduk di sana.
Image:pembukaan hutan ladang.JPG

3. Membuang sampah sembarangan

Kamu tahu sampah, bukan? Bagaimana kamu mengelola sampah di rumahmu? Apakah sampah di rumahmu ditaruh di sembarang tempat? Apakah sebelum menaruh sampah di tempatnya, kamu memisahkan terlebih dahulu sampah plastik dari sampah bukan plastik? Di mana sampah dibuang? Dewasa ini, sampah menjadi masalah serius bagi masyarakat yang tinggal di kota-kota besar. Ratusan ribu kubik sampah dihasilkan.
Sampah-sampah tersebut dibawa ke Tempat Pengolahan Akhir (TPA). Setiap tahun TPA mengalami kesulitan karena sempitnya lahan, sementara
jumlah sampah terus meningkat jumlahnya. Tidak semua orang menaruh sampah pada tempatnya. Ada warga masyarakat tertentu yang membuang sampah sembarangan. Ada yang membuangnya ke sungai atau ke selokan air. Ini bisa berbahaya, karena dapat menyebabkan banjir. Selain itu, sampah dapat merusak dan membunuh makhluk hidup yang hidup di sungai. Sampah juga dibuang oleh pabrik-pabrik. Namanya limbah industri.
Sampah dari limbah industri ini sangat berbahaya karena mengandung racun. Limbah industri bisa membahayakan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Karena itu, limbah industri harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang. Pabrik yang tidak memiliki pengolahan limbah industri sebaiknya tidak diizinkan beroperasi. Sebagai warga masyarakat, kita harus peduli pada masalah sampah ini. Yang dapat kita lakukan adalah membuang sampah selalu pada tempatnya. Sebelum membuang sampah, kita harus memisahkan terlebih dahulu sampah plastik dari sampah-sampah bukan plastik. Sampai plastik akan sulit sekali hancur, karena itu akan didaur ulang. Sementara itu, manusia juga dapat mengolah ulang
sampah yang bukan plastik, misalnya untuk membuat pupuk organik yang dapat menyuburkan tanah. Kita semua juga memiliki kewajiban untuk mengingatkan orang lain supaya melakukan hal yang sama.
Image:sampah pada tempatnya.JPG

E. Keragaman Sosial-Budaya karena

Keragaman Kenampakan Alam Kenampakan alam Indonesia menunjukkan keragaman sosialbudaya. Keragaman sosial, misalnya dari segi pendidikan, masyarakat di daerah pegunungan dan tempat terpencil memiliki kesempatan yang lebih kecil dalam memeroleh pendidikan dibandingkan dengan masyarakat di daerah yang mudah dijangkau. Kehidupan di bidang teknologi pun sama. Mereka yang tinggal di tempat terpencil dan terisolasi lebih lamban perkembangan teknologinya dibandingkan dengan masyarakat di daerah yang mudah dijangkau. Di sini, transportasi menjadi sarana yang penting bagi perkembangan suatu masyarakat. Penampakan alam Indonesia juga menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia tinggal di daerah pedesaan. Masyarakat yang tinggal di wilayah pedesaan umumnya lebih sederhana dibandingkan
dengan di daerah perkotaan. Dari tingkat konsumsi, misalnya. Masyarakat di daerah pedesaan mengkonsumsi makanan yang lebih sederhana dibandingkan dengan mereka yang ada di daerah perkotaan. Tentu saja tetap diingat, bahwa makanan yang lebih sederhana tidak berarti kurang gizi. Masyarakat yang ada di pedesaan umumnya bekerja sebagai petani. Mereka mengolah sawah secara sederhana. Masyarakat belum mengenal cara bercocok tanam secara modern, misalnya dengan menggunakan mesin-mesin pengolah tanah yang canggih. Sementara masyarakat perkotaan bekerja di sektor industri, menjadi karyawan di kantor, wiraswasta, bekerja di bidang jasa, dan berbagai jenis pekerjaan lainnya.
Masyarakat pedesaan di pantai berbeda dengan masyarakat pedesaan di pedalaman. Masyarakat yang tinggal di pedalaman lebih lambat perkembanganya karena faktor komunikasi. Sementara masyarakat di daerah pantai umumnya lebih cepat berkembang dan lebih dinamis. Pengaruh-pengaruh dari luar umumnya cepat masuk ke masyarakat di daerah pantai. Mata pencarian mereka pun berbeda. Masyarakat di daerah pantai umumnya bekerja sebagai nelayan. Sementara masyarakat di daerah pedalaman umumnya adalah petani. Masyarakat di daerah pedesaan masih menghormati kekerabatan atau keluarga besar. Sering ada acara keluarga di mana sebagian besar anggota keluarga dari ayah atau ibu datang dan terlibat. Hubungan antara warga masyarakat pun masih sangat akrab. Kalau ada tetangga yang mengadakan hajatan, tetangga yang lainnya de-ngan sukarela membantu dan ambil bagian. Masyarakat perkotaan sudah jarang melakukan hal ini. Bagi mereka, segalanya harus bisa diatur dengan uang. Juga dalam bidang agama. Kehidupan ber-agama di daerah pedesaan jauh lebih mendalam dibandingkan dengan di daerah
kota. Keadaan alam sangat mempengaruhi mata pencarian penduduk. Kebanyakan penduduk sekitar pantai bekerja sebagai nelayan. Mereka
yang tinggal di dataran tinggi bekerja sebagai petani. Umumnya mereka bertani sayur-sayuran, buah-buahan dan tanaman perkebunan. Masyarakat yang tinggal di dataran rendah juga bertani. Tapi pertanian mereka lain. Mereka mengolah sawah-sawah yang luas. Tanaman pokoknya adalah padi. Masyarakat di daerah yang tidak memiliki curah hujan tinggi dan tidak ada sawah juga bekerja sebagai petani. Tetapi yang mereka tanam bukan padi. Mereka menanam kacang-kacangan, umbi-umbian, ketela, dan sebagainya. Masyarakat yang tinggal di daerah padang rumput yang luas mengusahakan peternakan. Mereka memelihara hewan seperti kerbau, sapi, kuda, domba, kambing, dan sebagainya.
Image:eme.JPG

0 komentar:

Posting Komentar

Blogger templates

Blogger news

CINDY JUNIANTI ARITOANG

Páginas

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular posts

Followers

Entradas populares